MYPALAWI - Perum Perhutani luncurkan regrouping dan rebranding anak perusahaan berupa merger subholding Perhutani Group dari 7 anak perusahaan menjadi 3, dimana untuk aksi merger menginduk pada entitas PT. Inhutani I dan PT. Inhutani V sedangkan untuk aksi rebranding diwujudkan dengan mengubah entitas PT. Palawi Risorsis menjadi Econique by Perhutani, bertempat di Coban Rondo, Batu Malang Jawa Timur, Jumat (26/06).

Regrouping anak perusahaan Perhutani Group menunjukkan strategi product focus, yaitu Inhutani I fokus pada produk kayu berbasis engineering wood product, biomass, pengembangan proyek-proyek nature based solutions atau perdagangan karbon (carbon trade) dan pengembangan multiusaha kehutanan, serta optimalisasi kawasan konsesi hutan alam dan hutan tanaman.

Sedangkan Inhutani V fokus pada produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa gondorukem, terpentin, dan derivatnya, serta optimalisasi pemanfaatan Kawasan melalui skema kemitraan untuk pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan multiusaha kehutanan.

Selanjutnya Econique akan berfokus pada ekowisata. Selain mengelola destinasi wisata dibawah naungannya, bisnis wisata yang dikelola oleh Perhutani dan Inhutani I akan dialihkelolakan (spin off) secara bertahap kepada Econique, di tahun 2022 terdapat 26 destinasi wisata dan 6 rest area yang akan dialihkelolakan sedangkan di tahun 2023 akan dialihkelolakan sebanyak 19 lokasi wisata.

Pada kesempatan tersebut di Kawasan Kelola Econique juga dilakukan peresmian Bobocabin Coban Rondo Batu Malang oleh Pahala Nugraha Mansury selaku Wakil Menteri BUMN I Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro selaku Direktur Utama Perum Perhutani, Indra Gunawan selaku CEO Bobobox, dan Lucy Mardijana selaku Direktur Utama Econique

Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro menyampaikan Perhutani Group melalui anak perusahaan hasil merger berstrategi product focus untuk pertumbuhan bisnisnya. Dengan demikian, aksi korporasi ini menunjukkan bahwa Perhutani Group memiliki skala ekonomi usaha dan pangsa pasar yang lebih besar serta akses yang lebih luas daripada sebelumnya.

Tujuan merger, lanjut Wahyu, untuk membentuk sinergi potensial sehingga Perhutani Group siap menghadapi persaingan usaha nasional dan global. Merger ini akan mempermudah knowledge sharing, salah satu bentuk sinergi potensial antara induk dan anak perusahaan. Research and Development, serta pengembangan SDM yang telah dilakukan Perhutani Forestry Institute dapat pula diimplementasikan oleh anak perusahaan.

Sebaliknya, sumber daya yang dimiliki anak perusahaan dapat pula digunakan untuk pengembangan usaha baru, seperti pengembangan proyek nature based solutions. Dengan demikian, merger anak perusahaan ini akan berdampak pada efisiensi dalam pengembangan usaha Perhutani Group, yaitu dengan saling tukar informasi, tukar keunggulan yang dimiliki masing-masing, baik anak maupun induk perusahaan.

“Menuju Perhutani Baru, kami ingin berubah dengan cepat bersama-sama di tengah dinamika yang terjadi saat ini. Kedepannya, Perhutani sebagai induk perusahaan akan fokus pada hulu bisnis, yaitu kelestarian sumber daya hutan dan kelestarian hasil hutan,” ujar Wahyu.

Sekretaris Jendral Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam sambutan yang disampaikan Plt Staf Ahli Menteri Bidang Pangan, Apik Karyana menyampaikan KLHK sangat mendukung tema yang diusung Perhutani, yaitu ‘Perhutani Baru’

“Semoga proses transformasi ini dapat membawa Perhutani dan anak perusahaannya menjadi perusahaan yang handal, sehat, dan profesional sehingga pada akhirnya dapat membawa kesejahteraan bagi bangsa Indonesia” ujarnya.

Sementara itu Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury dalam arahannya menyampaikan Restukturisasi BUMN termasuk penataan anak perusahaan bertujuan untuk mendorong perusahaan BUMN fokus pada bisnisnya sehingga mampu memberi kontribusi pada peningkatan pertumbuhan perekonomian negara dan masyarakat. Sebagai BUMN yang termasuk ke dalam cluster Perkebunan dan Kehutanan, Perum Perhutani juga telah mewujudkan upaya restrukturisasi ini.

“Dengan merger anak perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kinerja operasional dalam hal efektifitas pengelolaan sumber daya hutan sehingga berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar hutan dan juga lingkungan, serta meningkatkan kinerja finansial perusahaan pasca merger. Disamping itu, alih kelola bisnis wisata kepada anak perusahaan juga diharapkan dapat meningkatkan fokus pada pengelolaan bisnis ekowisata," ujarnya.

Pada acara tersebut juga dilakukan kegiatan vaksinasi booster bagi warga disabilitas di Kawasan Kabupaten Malang sebanyak 50 peserta. Mereka mendapatkan vaksin jenis sinopharm oleh Kimia Farma.

Sebagai informasi tambahan, merger subholding Perhutani Group telah resmi efektif per tanggal 1 Agustus 2022, setelah mendapatkan pengesahan legal merger dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), meliputi surat Penerimaan Pemberitahuan Penggabungan Perseroan, Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar, dan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan.

PT Inhutani I, PT Inhutani II dan PT Inhutani III bergabung ke dalam entitas PT Inhutani I, sedangkan PT Inhutani IV, PT Inhutani V dan PT Perhutani Anugerah Kimia bergabung ke dalam entitas PT Inhutani V. Selanjutnya PT Palawi Risorsis rebranding menjadi Econique.

Terakhir perlu disampaikan bahwa berubahnya entitas PT Perhutani Alam Wisata (Palawi Risorsis) menjadi Econique by Perhutani masih membutuhkan pengesahan legal dan perubahan Anggaran Dasar melalui Rapat Umum Pemegang Saham yang akan ditempuh dan dilaksanakan secepatnya. (Data & Kompers)