Jakarta (ECONIQUE) - Perusahaan pengelola wana wisata yang merupakan anak perusahaan dari Perum Perhutani, Econique Perhutani Alam Wisata, menyalurkan bantuan sebanyak 500kg bahan pangan pokok kepada 116 karyawan Perum Perhutani Cianjur yang terdampak gempa.

Bantuan diterima oleh Muhidin, KSS SDM & Umum Perum Perhutani untuk selanjutnya disalurkan kepada korban. Melalui keterangan yang diterima perwakilan Econique di Cianjur pada Selasa (13/12), Muhidin, mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi bantuan dari Econique. Muhidin juga mengatakan bahwa walaupun tidak ada korban jiwa, namun terdapat beberapa rumah tinggal karyawan yang mengalami kerusakan parah bahkan terdapat rumah yang roboh total sehingga bantuan dari Econique akan membantu meringankan beban mereka.

Haryo Murti (Manager Pengembangan Usaha) dan Arief Suswantoro (Manager Pemasaran dan Penjualan), mewakili Direktur Utama Econique, menyampaikan "kami melihat bagaimana Perhutani Group harus terlibat aktif dan saling berinteraksi serta berbagi informasi terkini tentang kondisi di Cianjur, termasuk memberikan informasi dan arahan bagaimana holding dapat turut membantu. Kami turut berduka atas tragedi Gempa Cianjur dan berupaya untuk memberikan support sesuai kapasitas dan kemampuan".

Hal tersebut sejalan dengan pesan Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro dalam kunjungan kerjanya ke KPH Cianjur pada hari Selasa (29/11). Dalam kesempatannya Wahyu Kuncoro memerintahkan agar Perhutani (Group) terus mengikuti situasi dan kondisi yang terjadi (di Cianjur), sehingga dapat lebih cepat mengantisipasinya.

Sebagai informasi tambahan bahwa berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 5 Desember 2022, tercatat setidaknya 334 korban jiwa dengan delapan korban jiwa yang masih belum ditemukan, 593 korban luka berat, dan 114.683 warga kehilangan tempat tinggalnya akibat gempa di Cianjur.

Selain itu, lebih dari 10.000 rumah, perkantoran, sekolah, fasilitas niaga, dan fasilitas publik termasuk outlet Madu Perhutani Teras Palawi Cianjur yang berada dalam pengelolaan ECONIQUE juga terkena dampak. (Ganjar / Kompers)