Malang - PERUM Perhutani melaksanakan kegiatan Launching Srikandi Perhutani Group bertema ‘Menghijaukan Negeri dengan Hati, Membangun Negeri dengan Prestasi’ bertempat di Wana Wisata Coban Rondo, Malang yang berada dalam pengelolaan Econique Perhutani Alam Wisata pada Selasa (20/12).

Komunitas Srikandi BUMN didirikan dengan kesadaran bahwa perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk bekerja dan berkarir. Hal ini dibuktikan oleh data bahwa rata-rata prosentase penerimaan karyawan laki-laki dan perempuan adalah sama, tetapi sekitar 55% karyawan perempuan mengundurkan diri pada awal karir nya (< 5 tahun). Tiga alasan utama karyawan perempuan mengundurkan diri pada umumnya karena urusan internal keluarga, rata-rata dengan alasan: mengurus anak khususnya yang masih usia balita; tidak diizinkan suami bekerja atau diperbolehkan bekerja tapi dengan keterikatan yang membuat perempuan lebih memilih untuk tidak bekerja, serta kebutuhan untuk mengurus orang tua yang sakit atau berusia lanjut.

Hadir dalam acara, Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro, Direktur Umum, SDM dan IT Perum Perhutani M. Denny Ermansyah beserta jajarannya, Direktur Utama ECONIQUE Perhutani Alam Wisata Lucy Mardijana, serta perwakilan Srikandi BUMN dari Perhutani Group, RNI, Pupuk Indonesia, dan PTPN XII.

Dalam Sambutannya, Wahyu Kuncoro mengapresiasi para Srikandi Perhutani Group yang sanggup menyelaraskan waktu bekerja dan berkarya untuk perusahaan serta membagi waktu untuk keluarga. Oleh karena itu, Wahyu percaya Srikandi bisa menjadi calon pemimpin yang tangguh di masa depan.  “Komposisi talenta perempuan di Perhutani tahun 2022 yang menduduki jenjang I, II dan III sekitar 10% lebih dari total seluruh karyawati, sehingga Srikandi menjadi bagian dalam membawa Perhutani menjadi perusahaan yang berdaya saing tinggi, terus bertumbuh serta bermanfaat bagi masyarakat dan negara," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Econique Perhutani Alam Wisata, Lucy Mardijana dalam sambutan selamat datangnya menyampaikan bahwa sebuah kehormatan bagi kami pengelola WW. Cobanrondo ditunjuk sebagai venue Launching Srikandi Perhutani Group, tentu saja acara ini merupakan momentum penting dan merupakan tonggak bersejarah bagi dimulainya peningkatan peran wanita pada Perhutani Group.

Lucy juga dalam kesempatannya menjelaskan mengenai potensi wisata Coban Rondo dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Econique, dan apresiasi kepada segenap panitia pelaksana yang telah bekerja sama dengan kami menyiapkan acara ini.

Koordinator Bidang Komunikasi Srikandi BUMN Indonesia, Nina Kurnia Dewi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Srikandi BUMN menfokuskan organisasi untuk mendorong dan mendukung dua hal yaitu pemberdayaan perempuan (woman empower) dan kepemimpian perempuan (woman leadership) di mana perempuan berdaya untuk memimpin menuju Indonesia maju.  “Program yang dijalankan Srikandi BUMN saat ini adalah mendorong implementasi lingkungan kerja yang saling menghargai (respectful workplace) di seluruh BUMN. Program ini atas hasil riset Srikandi BUMN dan telah diresmikan oleh Menteri  BUMN,” tutur Nina.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan talkshow dengan narasumber Exclusive Fasilitator Markplus Institute, Helena Rahayu, dengan tema "Woman in Leadership". Dalam paparannya, helena menyampaikan bahwa terlepas dari sejumlah contoh tokoh woman leaders membanggakan, faktanya di tahun 2021 hanya ada 41 pemimpin wanita yang memimpin perusahaan terdaftar di Fortune 500 Companies— menunjukkan bahwa dunia profesional masih membutuhkan lebih banyak wanita di jajaran pimpinannya. Selain itu banyak tantangan yang harus dilalui oleh perempuan diantaranya kurangnya percaya diri, sulit mengemukakan pendapat, impostor syndrome dan gender bias. Woman Leader perlu belajar mengambil kesempatan untuk mempromosikan diri, mengadvokasi diri sendiri, dan membangun visibilitas dan kredibilitas. Kemampuan kita untuk mengomunikasikan nilai kita kepada perusahaan atau industri kita sangatlah penting. (Ganjar / Kompers)