Jakarta, Econique (10/10/2023) - Dalam upaya untuk memastikan pengelolaan rest area yang lebih baik dan berkelanjutan, SEVP Operasional Econique Perhutani Alam Wisata, Djohan Surjoputro, bersama dengan General Manager Area Bisnis Wisata Wilayah Timur, Nuryanti Tripawestri, mengadakan acara sosialisasi bagi mitra dan tenant Rest Area Km 626 A dan 626 B, Saradan pada hari Selasa, 10 Oktober 2023 yang dilaksanakan terpusat di Rest Area KM 626A.

Sebagai latar belakang, pengelolaan rest area ini telah diserahkan oleh Perum Perhutani kepada Econique Perhutani Alam Wisata melalui proses spin-off. Untuk menindaklanjuti kepercayaan yang diberikan oleh Perum Perhutani kepada Econique dan sebagai langkah awal pengembangan, beberapa waktu yang lalu Econique telah melakukan kegiatan Groundbreaking Pengembangan Rest Area 626A dan 626B.

Proses pengembangan Rest Area 626 A/B tentunya akan mengacu pada tata ruang, tata kelola, dan sistem pelayanan digital, dengan tujuan memberikan efisiensi operasional, peningkatan pelayanan pelanggan, dan transparansi pengelolaan.

Dalam acara sosialisasi ini, SEVP Operasional Djohan Surjoputro menyoroti beberapa aspek yang harus diperbaiki dalam pengembangan rest area ini, seperti jaringan listrik, pengolahan air limbah, sistem drainase, pengelolaan sampah, penambahan vegetasi, dan pemenuhan persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selanjutnya SEVP Operasional juga memberikan arahan kepada pengelola rest area untuk mematuhi standar pelayanan minimum (SPM) sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR No. 28 Tahun 2021 sehingga dalam tiga bulan ke depan akan dilakukan pemenuhan terhadap standar tersebut, termasuk diantaranya relokasi tenant eksisting ke lokasi yang lebih representatif, penambahan dan perbaikan fasilitas umum, serta penertiban Perjanjian Kerjasama.

Para mitra dan tenant yang hadir dalam acara ini menunjukkan kerjasama dan dukungan mereka terhadap pengembangan Rest Area 626 A dan 626 B, yang diharapkan akan membawa pengelolaan rest area ke tingkat yang lebih profesional dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Dengan pengelolaan yang lebih sistematis, diharapkan SPM dapat terpenuhi, dan akan terjadi peningkatan dalam kualitas bisnis serta performa perusahaan kedepannya. (Kom-PLW/ABWWT/Gan/2023)